Mentari mulai tenggelam, cahaya siang mulai redup.
Seakan-akan memberitahu kepada sang bulan untuk menggantikan ia menerangi dunia
dalam gelapnya malam. Hanya malamlah yang mampu memanjakan aku, yang
mampu mengerti apa yang aku rasakan. Karena malam hari aku tak pernah merasakan kesepian.
Selalu ada teman. Teman dilangit sana. Bulan dan seribu bintang. Ya, Mereka
adalah teman dalam gelapnya malam yang nyata.
Aku menikmati malam sendirian. Menikmati dinginnya malam sendiri. Rasanya ingin sekali menghadirkanmu disini bersamaku. tapi aku tahu itu sangat mustahil bagiku. Mengingatku pun mungkin kau tak mau lagi atau mungkin kau sudah lupa denganku.
Biarlah, kau tak mengingatku lagi. setidaknya ada teman dalam malamku. Seribu bintang dan bulan. Terkadang aku cemburu kepada mereka. Beruntungnya kau bulan, setiap malam ada yang selalu menemanimu menerangi malam. Mungkin kau selalu menumpahkan semua kegelisahan, kesedihanmu, menggantikan air matamu menjadi canda dan tawa. Hingga kau merasa seolah baik-baik saja.
Ingin rasanya ku pinjam bintangmu. ku bawa pulang sejenak, lalu ke kembalikan disisimu lagi. namun, aku tau kau pasti tak ingin kehilangan ia walau sejenak. karena aku tau, siapapun pasti tidak mau bintangnya di pinjam walau untuk sementara.
Bulan,aku sadar ,aku tak perlu cemburu kepadamu. karena pasti dalam malam, kau dan bintangmu mampu menemaniku dan mampu menghilangkan rasa penat yang aku rasakan.

