Selasa, 08 Juli 2014
Jatuh cinta diam-diam
Tau ga rasanya memendam perasaan sendirian? Contohnya jatuh cinta diam-diam.
Mencintai tanpa berharap lebih. Mencintai tanpa meminta balasan apapun. Mencintai tanpa diketahui oleh siapapun.
Mengenalnya tanpa dikenalnya. Memerhatikannya menjadi salah satu kebahagianku. Senyumannya memberi warna disetiap hariku. Tawanya membuat aku kuat menjalani kenyataan yang aku hadapi. Kenyataan bahwa tawanya bukan karenaku. Bagaimana bisa aku membuatnya tertawa? Aku hanya mengenalnya tanpa di kenalnya.
Terkadang aku berpikir. Apakah yang membuat aku tertarik kepadanya? Apakah ini hanya ketertarikan sementara? Apakah aku salah mengartikan perasaan ini? Apakah aku salah betindak seperti ini? Apakah akhir dari semua rasa ini? Apakah.......... ah sudahlah. Percuma. Semua tanyaku tak akan pernah terjawab.
Banyak yang bilang, orang yang merasakan jatuh cinta diam-diam itu egois. Ia hanya ingin dirinya saja yang menikmati cinta itu.
Menurutku itu salah. Ia seprti itu karena ia tidak mau mengambil resiko. Resiko yang ia tanggung sendirian. Ia terlalu takut kehilangan orang yang dicintainya. Ia takut jika ia mengucapkan kata cinta kepadanya itu akan tercipta jarak yang sangat jauh.
Itulah alasanku mengapa aku lebih memilih jatuh cinta diam-diam. Daripada aku harus mengambil resiko seperti yang sudah dibahas diparagraf sebelumnya.
Sakit? Ya, tentu. Namun bagiku lebih baik seperti ini. Seperti ini pun sudah cukup membahagiakan diriku.
Entah sampai kapan aku akan mengikuti arus yang ada. Yang pasti aku selalu akan bahagia jika melihatmu bahagia, tertawa ceria, dan tersenyum manis.
Langganan:
Komentar (Atom)
