Sabtu, 31 Agustus 2013

Selamat Tinggal



Aku mempunyai kekasih yang sangat aku sayangi. Hari-hari yang aku jalani tak luput dari sosoknya. Ia pernah berjanji tidak akan meninggalkan aku sendiri. Aku percaya dengan janjinya. Karena memang sebelumnya dia tak pernah ingkar dengan janji-janjinya kepadaku.Setiap waktu aku tak pernah kehabisan kata-kata. Aku merangkai kata-kata tersebut, hingga menjadi rangkaian indah dihati ini. 

Setiap hari ia memberikan kabar tentangnya untukku. Bagaimana keadaannya hari ini, apa yang dilakukannya hari ini, apa yang ada dalam fikirannya, hingga siapa sosok wanita yang ada dihatinya sampai detik ini. Semua itu sangat indah,dan begitu indahnya.

Tiada hari tanpa tertawa bersamanya. Tiada hari tanpa tersenyum dengan penuh keikhlasan. Aku seakan-akan yakin akan bahagia bersamanya seumur hidupku. Namun semakin hari, waktu semakin membuktikan. Hubungan aku dengannya semakin lama semakin renggang ,bahkan semakin retak.Kehangatan dalam hubunganku semakin hilang. Entah kemana kehangatan itu pergi, aku tak tau. Aku pun tidak tau apa penyebab retaknya hubungan ini.

Ketika benteng hati yang telah aku buat dengan susah payah, kini retak begitu saja. Bahkan, benteng hati ini hancur dengan perlahan-lahan. Kamu yang membuat aku kuat hingga aku mampu membangun benteng hati ini,Tapi kamu juga yang membuatnya hancur. Aku selalu bertanya-tanya, “Apa aku sanggup untuk menatanya kembali? Aku mencoba untuk menatanya, namun hasilnya? Nihil. Aku tak sanggup menatanya. 

Kamu menghilang tanpa kabar sedikitpun. Kamu bagai angin yang berlalu sangat cepat,Datang dengan sendirinya lalu menghilang begitu saja. Saat ini aku sangat merindukanmu, sungguh aku merindukanmu. Tak ada satupun kata yang mampu mewakili betapa rindunya aku kepadamu.Sesungguhnya aku lelah. Ya, lelah memendam rasa rindu ini,tanpa tahu apakah rasa rindu ini dirasakan juga olehmu?
Sehari, Dua hari, Tiga hari, bahkan berhari-hari, berbulan-bulan aku menunggu kabar darimu. Namun, kabar yang aku tunggu tak kunjung menghampiri. Dirimu menghilang. Aku ingin mengirimkan pesa singkat kepadamu. Pesan singkat yang isinya mungkin tidak berarti bagimu, dan mungkin tidak membekaskan luka. Tapi, isi pesan singkat itu pasti akan menusuk bahkan dapat menumbus hingga titik dasar dalam hati ini. Aku berfikir panjang, apakah keputusan yang ingin aku ambil itu baik atau malah akan menjadi beban untukku?Aku baru ingat hari ini adalah ulang tahunnya. Jika aku tetap pada keputusanku, aku takut memberikan moment terburuk baginya. Aku tidak ingin itu terjadi.

Namun sampai pada akhirnya waktu mempertemukan kita, walaupun suasana yang amat pahit. Sangat pahit! Pertemuan yang tak pernah aku duga sebelumnya. Tuhan mempertemukan aku dengannya saat ia sedang bersama seorang wanita. Ia melihatku bersama dengan teman-temanku. Tanpa ku sadari, ia dan wanita itu melangkah menuju ke arahku.Ternyata,yang paling tidak pernah aku duga sama sekali, Ia menghampiriku hanya ingin mengucapkan kata pisah dan ia juga mengenaliku kepada wanita cantik yang berdiri di sampingnya. Ya, dia mengkhianatiku. Aku hanya membalasnya dengan tangisan, tanpa ada satu katapun yang terlontar dari mulutku. Aku tidak mempu membendung air mataku dan rasanya lutut ini tak mampu lagi membantuku untuk berdiri. Kisah cinta ini memang harus berakhir, walaupun hati benar-benar menolaknya karena tidak ingin merasakannya. 

Suasana hari ini memang benar-benar berbeda dengan suasana saat ia masih bersamaku. Aku marah, aku kesal, aku kecewa, aku sedih, aku sakit.Benteng hati yang dulu benar-benar kokoh. Kini? Hanya tersisa debu. Tapi harus aku akui memang tidak mudah melupakan sesorang, apalagi jika benar-benar tulus mencintainya.
Waktu bergulir sangat cepat. Sampai Tuhan menggantikan tetesan air mataku menjadi sebuah senyuman . Angin seakan membawaku bertemu dengan sosok itu. Sosok yang lebih layak aku katakan ‘Sempurna’. Sosok yang selalu ada saat aku membutuhkannya. Sampai waktu dimana aku lupa akan peristiwa pahit yang pernah aku rasakan. Sekarang, aku menemukan kebahagian yang benar-benar sangat aku nikmati bersamanya.

Di saat aku merasa benar-benar menemukan seseorang yang lebih pantas untukku, masalaluku menghampiri kehidupanku lagi. Ya, seseorang yang dulu pernah menaburkan duri dan memberikan luka hati. Luka yang sangat sulit untuk dideskripsikan. Luka yang sangat sulit untuk disembuhkan. Ia datang kembali untuk meminta maaf , menyesali perbuatannya, dan memintaku kembali padanya. Menyesali karena telah mengkhianati cinta yang dulu pernah aku berikan sepenuhnya untuk dia.Aku tahu dalam hati ini masih ada sosoknya, namun rasa itu hanya setitik saja. Hatiku telah diisi oleh sosok lelaki lain. Lelaki yang dapat mengobati luka dalam hatiku. Lelaki yang mampu merebut hatiku. Lelaki yang mampu membuatku bergairah. Aku sudah lama memaafkannya dan melupakan masalalu itu. Tapi aku tidak bisa menerimanya kembali, karena memang hati ini telah dimiliki sosok lain. Sosok pangeran yang mungkin akan membuat hidupku lebih baik dimasa depanku.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Masa Lalu



Teringat saat dimana kita saling berbagi cerita, saat kita tertawa bersama, saat kita masih saling peduli, dan dimana saatnya kita merangkai kenangan-kenangan indah bersama. Ya,Semua telah menjadi masa lalu. Masa lalu yang manis, yang masih terbayang-bayang dalam isi otakku.

Aku tak pernah tahu, mengapa hingga saat ini ia masih sangat berarti untuk hidupku. Kami mengakui bahwa hingga kini kami masih saling merindukan satu sama lain. Sampai saat ini,ia masih sering mengirimkan pesan singkat kepadaku. Betapa bahagianya hati ini ketika aku tau ia masih menyayangiku. 

Cinta itu masih ada. Masih terus tumbuh dihatiku. Jujur saja, aku masih menyayanginya. Aku tidak mampu menggantikannya dengan yang lain.Sesungguhnya aku ingin kembali menjadi satu-satunya wanita yang ia pilih. Ia adalah  masa laluku,tapi aku juga ingin ia menjadi masa depanku.

Tapi kini, aku merasa semuanya berbeda. Ia tidak bersikap manis seperti beberapa hari sebelumnya. Tidak ada lagi kata rayuan, tidak ada lagi ucapan manis bahwa ia masih menyayangiku. Pikiranku melayang-layang, aku menerka-nerka apa yang terjadi dengannya, segudang terkaan yang bisa membuatku galau. Dari mulai.. “mungkin ia telah menyukai wanita lain, menjadikanku hanya cinta masa lalunya, ia yang tidak lagi menyayangiku”, dan yang dapat membuatku sedikit tenang yaitu aku berpikir... “semoga ia hanya sedang sibuk dengan tugas pkl nya”.

Sepertinya aku harus benar-benar melupakannya, melempar bayangnya jauh-jauh,dan sangatttt jauh. Mungkin benar ia hanya sebatas masa laluku. Namun,setidaknya aku pernah melewati kebahagiaan bersamanya. Aku yakin, kelak Tuhan akan menggantikannya dengan sosok yang lain, yang mungkin lebih baik dari sosok masa laluku. Tak banyak yang dapat aku lakukan selain mencoba tuk meninggalkannya dalam masa laluku. Biarkan hal itu menjadi masa lalu.

Namun harus aku akui ,hingga kini rasa sayang itu masih ada untuknya, tapi aku coba relakan rasa itu pupus bersama sang waktu. Dan aku sangat yakin,Tuhan telah miliki rencana yang indah untukku,dan mungkin juga untuknya.

Kamis, 01 Agustus 2013

Apa Ini Salahku ?


Dia memang sangat berbeda. Entah apa yang membuat sesuatu yang aku liat itu berbeda. Aku tidak mengetahui apa maksud hati ini,sehingga mataku menatapnya dengan begitu penuh perasaan. Semakin hari ku rasakan, keseharianku begitu indah,dan semakin indah bila aku dan dirinya tertawa bersama. Tuhan,apa mungkin aku jatuh hati? 

Aku memang sudah lama mengenalnya, tapi mengapa akhir-akhir ini aku merasakan sesuatu yang amat berbeda. Menyenangkan, tapi juga menyedihkan. Menyedihkan karena aku tak sanggup untuk mengungkapkan rasa ini padanya. Apa aku harus mengungkapkan kepadanya? Ah, aku ini wanita. Apa pantas aku mengungkapkan rasa terlebih dahulu? Apa pantas? Apalagi, dia teman dekatku. Aku takut, jika nanti aku mengungkapkan ini akan membuat ia lari dariku, dan membuat aku dan dia saling berjauhan. Aku takut itu semua terjadi.

Jarak rumahku ke sekolah sangatlah jauh. Jadi,aku tidak sempat untuk sarapan dirumah. Setiap hari memang ia yang selalu membawakan sarapan untukku. Karena ia tahu, aku tak pernah sempat untuk sarapan pagi. Oh Tuhan, betapa perhatiannya ia kepadaku. Terkadang aku lelah memendam rasa ini. Tapi, aku khawatir jika ketakutanku itu menjadi nyata.

Tak pernah ku sangka, tawa itu berubah menjadi air mata. Hidupku terasa gelap ketika ku tau ia baru saja menjadi milik orang lain. Apa ini salahku yang memendam rasa begitu lama hingga akhirnya membuahkan air mata? Apa ini salahku membiarkan ia pergi sehingga ia menjadi milik orang lain?


Saat ini kita sudah tidak sedekat dulu. Apakah mungkin ia merasakan itu?. Semua berjalan begitu saja ,mengalir bagai air. Hingga saatnya waktu yang menuntun aku dan dirinya sangat berjauhan. Waktu berjalan dengan begitu cepatnya. Sehingga aku lupa menanyakan satu hal kepadanya dan menurutku itu sangat penting, “Apakah ia memiliki perasaan yang sama kepadaku?” tapi sayang, waktu tidak pernah mengizinkan aku untuk menanyakan hal itu kepadanya.
 
Kisah ini seperti drama. Drama yang sangat begitu menyakitkan.Aku, dia, dan kekasihnya terperangkap dalam sebuah kotak yang bernama sekolah. Aku sudah berusaha sekeras mungkin menembus sisi-sisinya,namun asaku tak cukup kuat. Aku menyerah dan mulai menyadari satu hal, yaitu hal baru dalam hidupku selanjutnya tidak akan seindah dulu.Kemanapun aku pergi, selama aku masih berada dalam kotak yang sama dengan dia dan kekasihnya, selamanya mereka akan tetap melukai pandangannku.

Hari yang ku tempuh benar-benar berjalan sama seperti apa yang aku duga. Bahkan,teman-temannya mendukung hubungan mereka. Setiap saat aku bertanya pada diriku sendiri, “harus berapa lama lagi aku menahan rasa yang begitu amat menyakitkan ini?”

Apa gunanya cemburu bagi orang ketiga sepertiku ini? seseorang yang tidak mempunyai hak sedikitpun untuk cemburu. Apa yang bisa aku lakukan atas kecemburuanku?  Aku hanya bisa terdiam,memendam rasa. Menahan rasa sakit yang begitu dalam.

Kini dia bermain dengan seenaknya dihati ini. Padahal dahulu dia yang selalu menjaga perasaanku dengan sangat hati-hati.Aku ingin sekali,mengatakan semua perasaanku kepadamu. Namun, apadaya aku tak mampu mengatakan itu semua padamu.

Lalu, Apa arti tatapannya itu? Tatapan yang berbeda. Tatapan yang berbicara seperti mengatakan sesuatu yang tak bisa aku ketahui sampai detik ini. Aku hanya bisa menebak-nebak apa yang ia katakan melalui tatapannya. Aku mengira dia memiliki perasaan yang sama denganku. Aku mengira dia memintaku untuk menunggu. Aku mengira dia memintaku untuk tidak berharap banyak padanya. Aaaah!Semuanya semakin tidak nyata untukku!Sering kali aku menahan sakit yang amat begitu hebatnya. Ingin sekali aku menghapus khayalanku yang amat tinggi untuk bersamamu. Tapi, Aku tak sanggup untuk menghapusnya.

Namun,akhirnya aku memutuskan untuk menghapus rasa ini untuknya. Walaupun aku tidak tahu bagaimana caranya menghapus rasa yang ada didalam hatiku ini. Entah sampai kapan aku mampu berhasil menghapus semua rasa yang ada dalam hati ini. Apakah dalam waktu 1 bulan?  1 Tahun? Atau Mungkin seumur hidup?


      MAAF. Maafkan aku. Maafkan jika aku berlebihan. Maaf,aku tidak bermaksud mengusik hidupmu. Aku terlalu takut untuk mendengarkan kejujuran dari dirinya yang mungkin akan semakin menyakitkan hati ini. Sehingga...aku lebih memilih tidak mengetahui kebenaran yang mungkin akan menjadi beban untuk diriku.


Aku tidak pernah tahu dan tak pernah menyangka, bahwa cintaku padanya sebesar ini. Namun sebesar apapun cinta yang ku miliki untuknya, aku harus segera sadar bahwa dia sudah termiliki dan tidak untuk kumiliki. Aku harus sadar bahwa memang ada cinta yang hanya boleh disimpan, dinikmati dan direlakan. Aku harus bisa merelakan sesuatu yang tidak bisa aku miliki, bukan memaksakan diri untuk memilikinya.

Kenangan itu berputar terus-menerus dimemori otakku. Aku berusaha menghapusnya. Namun aku sadar,kenangan itu akan tetap tertata rapih di dalam hati ini. Kenangan itu telah mengakar kuat dihati,bahkan kedua tanganku tak sanggup untuk mencabutnya. Aku tahu, aku tidak pernah benar-benar melupakannya. Tapi aku tidak tahu, mengapa ia begitu indahnya di hatiku.