Aku mempunyai kekasih yang sangat aku sayangi.
Hari-hari yang aku jalani tak luput dari sosoknya. Ia pernah berjanji tidak
akan meninggalkan aku sendiri. Aku percaya dengan janjinya. Karena memang
sebelumnya dia tak pernah ingkar dengan janji-janjinya kepadaku.Setiap waktu aku
tak pernah kehabisan kata-kata. Aku merangkai kata-kata tersebut, hingga
menjadi rangkaian indah dihati ini.
Setiap hari ia memberikan kabar tentangnya untukku.
Bagaimana keadaannya hari ini, apa yang dilakukannya hari ini, apa yang ada
dalam fikirannya, hingga siapa sosok wanita yang ada dihatinya sampai detik
ini. Semua itu sangat indah,dan begitu indahnya.
Tiada hari tanpa tertawa bersamanya. Tiada hari
tanpa tersenyum dengan penuh keikhlasan. Aku seakan-akan yakin akan bahagia
bersamanya seumur hidupku. Namun semakin hari, waktu semakin membuktikan. Hubungan
aku dengannya semakin lama semakin renggang ,bahkan semakin retak.Kehangatan
dalam hubunganku semakin hilang. Entah kemana kehangatan itu pergi, aku tak
tau. Aku pun tidak tau apa penyebab retaknya hubungan ini.
Ketika benteng hati yang telah aku buat dengan susah
payah, kini retak begitu saja. Bahkan, benteng hati ini hancur dengan
perlahan-lahan. Kamu yang membuat aku kuat hingga aku mampu membangun benteng
hati ini,Tapi kamu juga yang membuatnya hancur. Aku selalu bertanya-tanya, “Apa
aku sanggup untuk menatanya kembali? Aku mencoba untuk menatanya, namun
hasilnya? Nihil. Aku tak sanggup menatanya.
Kamu menghilang tanpa kabar sedikitpun. Kamu bagai angin
yang berlalu sangat cepat,Datang dengan sendirinya lalu menghilang begitu saja.
Saat ini aku sangat merindukanmu, sungguh aku merindukanmu. Tak ada satupun
kata yang mampu mewakili betapa rindunya aku kepadamu.Sesungguhnya aku lelah.
Ya, lelah memendam rasa rindu ini,tanpa tahu apakah rasa rindu ini dirasakan
juga olehmu?
Sehari, Dua hari, Tiga hari, bahkan berhari-hari,
berbulan-bulan aku menunggu kabar darimu. Namun, kabar yang aku tunggu tak kunjung
menghampiri. Dirimu menghilang. Aku ingin mengirimkan pesa singkat kepadamu.
Pesan singkat yang isinya mungkin tidak berarti bagimu, dan mungkin tidak
membekaskan luka. Tapi, isi pesan singkat itu pasti akan menusuk bahkan dapat
menumbus hingga titik dasar dalam hati ini. Aku berfikir panjang, apakah
keputusan yang ingin aku ambil itu baik atau malah akan menjadi beban untukku?Aku
baru ingat hari ini adalah ulang tahunnya. Jika aku tetap pada keputusanku, aku
takut memberikan moment terburuk baginya. Aku tidak ingin itu terjadi.
Namun sampai pada akhirnya waktu mempertemukan kita,
walaupun suasana yang amat pahit. Sangat pahit! Pertemuan yang tak pernah aku
duga sebelumnya. Tuhan mempertemukan aku dengannya saat ia sedang bersama seorang
wanita. Ia melihatku bersama dengan teman-temanku. Tanpa ku sadari, ia dan
wanita itu melangkah menuju ke arahku.Ternyata,yang paling tidak pernah aku duga
sama sekali, Ia menghampiriku hanya ingin mengucapkan kata pisah dan ia juga
mengenaliku kepada wanita cantik yang berdiri di sampingnya. Ya, dia
mengkhianatiku. Aku hanya membalasnya dengan tangisan, tanpa ada satu katapun yang
terlontar dari mulutku. Aku tidak mempu membendung air mataku dan rasanya lutut
ini tak mampu lagi membantuku untuk berdiri. Kisah cinta ini memang harus
berakhir, walaupun hati benar-benar menolaknya karena tidak ingin merasakannya.
Suasana hari ini memang benar-benar berbeda dengan
suasana saat ia masih bersamaku. Aku marah, aku kesal, aku kecewa, aku sedih,
aku sakit.Benteng hati yang dulu benar-benar kokoh. Kini? Hanya tersisa debu.
Tapi harus aku akui memang tidak mudah melupakan sesorang, apalagi jika benar-benar
tulus mencintainya.
Waktu bergulir sangat cepat. Sampai Tuhan
menggantikan tetesan air mataku menjadi sebuah senyuman . Angin seakan
membawaku bertemu dengan sosok itu. Sosok yang lebih layak aku katakan
‘Sempurna’. Sosok yang selalu ada saat aku membutuhkannya. Sampai waktu dimana
aku lupa akan peristiwa pahit yang pernah aku rasakan. Sekarang, aku menemukan
kebahagian yang benar-benar sangat aku nikmati bersamanya.




