Dia memang sangat berbeda. Entah apa yang membuat
sesuatu yang aku liat itu berbeda. Aku tidak mengetahui apa maksud hati ini,sehingga
mataku menatapnya dengan begitu penuh perasaan. Semakin hari ku rasakan,
keseharianku begitu indah,dan semakin indah bila aku dan dirinya tertawa
bersama. Tuhan,apa mungkin aku jatuh hati?
Aku memang sudah lama mengenalnya, tapi mengapa
akhir-akhir ini aku merasakan sesuatu yang amat berbeda. Menyenangkan, tapi
juga menyedihkan. Menyedihkan karena aku tak sanggup untuk mengungkapkan rasa
ini padanya. Apa aku harus mengungkapkan kepadanya? Ah, aku ini wanita. Apa
pantas aku mengungkapkan rasa terlebih dahulu? Apa pantas? Apalagi, dia teman
dekatku. Aku takut, jika nanti aku mengungkapkan ini akan membuat ia lari
dariku, dan membuat aku dan dia saling berjauhan. Aku takut itu semua terjadi.
Jarak rumahku ke sekolah sangatlah jauh. Jadi,aku
tidak sempat untuk sarapan dirumah. Setiap hari memang ia yang
selalu membawakan sarapan untukku. Karena ia tahu, aku tak pernah sempat untuk
sarapan pagi. Oh Tuhan, betapa perhatiannya ia kepadaku. Terkadang aku lelah
memendam rasa ini. Tapi, aku khawatir jika ketakutanku itu menjadi nyata.
Tak pernah ku sangka, tawa itu berubah menjadi air
mata. Hidupku terasa gelap ketika ku tau ia baru saja menjadi milik orang lain.
Apa ini salahku yang memendam rasa begitu lama hingga akhirnya membuahkan air
mata? Apa ini salahku membiarkan ia pergi sehingga ia menjadi milik orang lain?
Saat ini kita sudah tidak sedekat dulu. Apakah
mungkin ia merasakan itu?. Semua berjalan begitu saja ,mengalir bagai air.
Hingga saatnya waktu yang menuntun aku dan dirinya sangat berjauhan. Waktu
berjalan dengan begitu cepatnya. Sehingga aku lupa menanyakan satu hal
kepadanya dan menurutku itu sangat penting, “Apakah ia memiliki perasaan yang
sama kepadaku?” tapi sayang, waktu tidak pernah mengizinkan aku untuk
menanyakan hal itu kepadanya.
Kisah ini seperti drama. Drama yang sangat begitu
menyakitkan.Aku, dia, dan kekasihnya terperangkap dalam sebuah kotak yang bernama
sekolah. Aku sudah berusaha sekeras mungkin menembus sisi-sisinya,namun asaku
tak cukup kuat. Aku menyerah dan mulai menyadari satu hal, yaitu hal baru dalam
hidupku selanjutnya tidak akan seindah dulu.Kemanapun aku pergi, selama aku
masih berada dalam kotak yang sama dengan dia dan kekasihnya, selamanya mereka
akan tetap melukai pandangannku.
Hari yang ku tempuh benar-benar berjalan sama
seperti apa yang aku duga. Bahkan,teman-temannya mendukung hubungan mereka. Setiap
saat aku bertanya pada diriku sendiri, “harus berapa lama lagi aku menahan rasa
yang begitu amat menyakitkan ini?”
Apa gunanya cemburu bagi orang ketiga sepertiku ini?
seseorang yang tidak mempunyai hak sedikitpun untuk cemburu. Apa yang bisa aku
lakukan atas kecemburuanku? Aku hanya bisa
terdiam,memendam rasa. Menahan rasa sakit yang begitu dalam.
Kini dia bermain dengan seenaknya dihati ini.
Padahal
dahulu dia yang selalu menjaga perasaanku dengan sangat hati-hati.Aku ingin sekali,mengatakan
semua perasaanku kepadamu. Namun, apadaya aku tak mampu mengatakan itu semua
padamu.
Lalu, Apa arti tatapannya itu? Tatapan yang berbeda.
Tatapan yang berbicara seperti mengatakan sesuatu yang tak bisa aku ketahui
sampai detik ini. Aku hanya bisa menebak-nebak apa yang ia katakan melalui
tatapannya. Aku mengira dia memiliki perasaan yang sama denganku. Aku mengira
dia memintaku untuk menunggu. Aku mengira dia memintaku untuk tidak berharap
banyak padanya. Aaaah!Semuanya semakin tidak nyata untukku!Sering kali aku
menahan sakit yang amat begitu hebatnya. Ingin sekali aku menghapus khayalanku
yang amat tinggi untuk bersamamu. Tapi, Aku tak sanggup untuk menghapusnya.
Namun,akhirnya aku memutuskan untuk menghapus rasa
ini untuknya. Walaupun aku tidak tahu bagaimana caranya menghapus rasa yang ada
didalam hatiku ini. Entah sampai kapan aku mampu berhasil menghapus semua rasa
yang ada dalam hati ini. Apakah dalam waktu 1 bulan? 1 Tahun? Atau Mungkin seumur hidup?
MAAF. Maafkan aku. Maafkan jika aku berlebihan.
Maaf,aku tidak bermaksud mengusik hidupmu. Aku terlalu takut untuk mendengarkan
kejujuran dari dirinya yang mungkin akan semakin menyakitkan hati ini.
Sehingga...aku lebih memilih tidak mengetahui kebenaran yang mungkin akan
menjadi beban untuk diriku.
Aku tidak pernah tahu dan tak pernah menyangka, bahwa
cintaku padanya sebesar ini. Namun sebesar apapun cinta yang ku miliki untuknya,
aku harus segera sadar bahwa dia sudah termiliki dan tidak untuk kumiliki. Aku
harus sadar bahwa memang ada cinta yang hanya boleh disimpan, dinikmati dan
direlakan. Aku harus bisa merelakan sesuatu yang tidak bisa aku miliki, bukan
memaksakan diri untuk memilikinya.
Kenangan itu berputar terus-menerus dimemori otakku.
Aku berusaha menghapusnya. Namun aku sadar,kenangan itu akan tetap tertata
rapih di dalam hati ini. Kenangan itu telah mengakar kuat dihati,bahkan kedua
tanganku tak sanggup untuk mencabutnya. Aku tahu, aku tidak pernah benar-benar
melupakannya. Tapi aku tidak tahu, mengapa ia begitu indahnya di hatiku.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar