Sudah 6 bulan lebih aku menjalin hubungan
bersamanya. Kali ini aku merasa dia sangat tidak peduli kepadaku. Dia sibuk
dengan teman-teman sekawannya. Tanpa ingat secuil pun, bagaimana rasa rindu
yang aku milikki. Aku merasa ada yang menghilang dalam diriku, aku merasa
hampa.
Mungkin memang kebahagiaannya bersama
teman-temannya,tak mengizinkan ia untuk merasakan apa yang aku rasakan. Atau
mungkin ia merasakan tapi tak ingin mengungkapkan. Aku ingin mengungkapkan
rindu ini kepadanya. Namun, ia tak memberiku kesempatan untuk berkata.
Aku merasa ada janggal dengan keadaan ini. Aku
merasa dia sudah tak menyayangiku. Tapi aku tak berani untuk menanyakan, “apa
ia masih memiliki rasa sayang untukku?”. Aku lebih memilih mencurahkan isi hati
kepada Tuhan dan aku juga membawa secuil namanya dalam doa-doaku. Semua itu agar
aku dapat melepas sedikit demi sedikit beban pikiran yang ada.
Hari ini tanggal dimana statusku dan dia bertepatan
7 bulan dan tepat dihari ini juga aku genap berumur 14 tahun . Dengan sengaja aku
tak mengingatkannya. Aku ingin memberikan sesuatu, sesuatu yang mungkin selalu
dapat dikenang olehnya. Walaupun seharusnya bukan aku yang harus melakukan ini .
Waktu berjalan terus dan terus.... Mungkin dia
benar-benar lupa ada apa dengan hari ini. Dia tidak melangkahkan kaki
sedikitpun kearah kelasku. Bahkan, dia belum memberikan ucapan kepadaku.
Jangankan memberikan ucapan ‘selamat ulang tahun’ untukku, dia saja belum
memberikan satu katapun yang keluar dari mulutnya untukku.
Terik mentari mulai redup sedikit demi sedikit.
Memberikan isyarat kepada manusia, sore hari sudah menghampiri. Aku masih
dihari yang sama, aku masih dalam suasanya yang sama. Masih dalam suasana
menunggu sebait kata yang mungkin ia lontarkan untukku. ya, saat yang
ditunggu-tunggu pun tiba, ia menghampiriku dengan perlahan. Sesampainya
dihadapanku, rasanya ingin sekali aku mencurahkan banyak kata kepadanya. Tapi
ini bukan saatnya untuk membicarakan hal itu.
Ia memulai percakapan antara aku dan dia. namun
percakapan itu tidak mengarah ke arah ‘hari ini tepat aku dan dia memulai rasa
bersama’ . Ia hanya mengawali dengan senyuman dan kata ‘Hai’ , ya... dia
menyapaku, tapi aku hanya membalasnya dengan senyuman. Selanjutnya ia
membicarakan apa yang ada dihatinya. Ya, benar sekali. Dia mengucapkan satu
kalimat, dan melanjutkannya dengan pertanyaan seperti ini ........ “ Hai, aku
sudah ga sayang lagi nih sama kamu. Gimana nih?”. Dalam suasana itu aku terus
terdiam. Ingin menangis tapi hati tidak mengizinkan air mata ini untuk
membasahi pipi. Akhirnya aku menjawab, akhirnya pula aku siap untuk kehilangannya,
dan akhirnya hadiah sepucuk bunga mawar dan satu setel baju untuknya aku
berikan kepadanya. Ternyata awalan percakapan ‘Hai’ itu memberi tahu aku bahwa
kata ‘Good bye’ pasti akan hadir. Yang tadinya ingin memberikan kenangan manis,
malah berbuah pahit.Mengharapkan kata ‘selamat ulang tahun’ pun tak ku dapat
darinya. Mengharap ia ingat akan ‘hari ini tepat aku dan dia memulai rasa
bersama’ malah berujung juga pada ‘hari ini tepat aku dan dia mengakhiri rasa
bersama’.
Mungkin ini memang akhir cerita cinta ini. Mungkin
rasa yang masih aku rasakan harus aku kubur dalam dalam, sedalam mungkin,
se-bisa ku, dan se-mampuku.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar