Aku masih ingat ketika awal pertemuan kita. Awal
pertama kita bertemu, tersenyum walau tidak mengenal satu sama lain. Sampai
saat dimana kita mengenal satu sama lain. Waktu terus berlanjut, dan kita pun
semakin dekat layaknya teman dekat. Ia berikan semua perhatiannya kepadaku. Ia
sempatkan waktu yang ia punya untuk aku.
Perhatian khusus? Ya, Perhatian khusus untuk aku. perhatian yang
tidak pernah aku duga sama sekali, perhatian yang mempunyai arti besar.
Perhatian yang mewakili perasaannya untuk aku. Awalnya aku mengetahui perasaan
yang ia punya dari teman-temanku. Tapi aku tidak pernah menanggapinya dengan
serius. Mungkin karena memang aku menganggapnya hanya teman, tidak lebih dari
itu.
Aku tidak mudah percaya dengan mulut-mulut diluar
sana. Aku lebih percaya bila ia sendiri yang mengatakannya kepadaku. Tetapi
rasa percaya akan adanya perasaan itu terbukti ketika ia memintaku untuk
menjadi bagian dari dirinya. Menjadi kekasih yang mungkin bisa menemaninya
dalam sela-sela waktu yang aku punya. Jujur saja, aku tidak pernah mempunyai
rasa yang sama kepadanya. Setitikpun rasa cinta tak ada untuk sosoknya. Hanya
ada rasa sayang layaknya sebatas teman. Dan aku pun tak pernah menjawab akan
rasa yang ia punya.
Aku memang menghargai perasaannya. Tapi aku tak sanggup
untuk menjawabnya. Aku tak punya keberanian untuk menjawab rasa yang ia punya
untukku. Aku tak ingin memberikan jawaban yang mungkin akan menjadi beban. Aku
bingung, aku linglung. Setiap bertemu serasa tak seperti dulu. Tak seperti
sebelum ia menyatakan perasaan itu.Aku sadar, aku telah melukai hatinya.
Melukai perasaan yang mungkin benar-benar tulus untuk aku. Membuatnya
menangis... menangisi seseorang sepertiku ini.
Namun sekarang.... Ia menjauh.... Mungkin rasa yang
ia miliki telah pudar, pudar dengan sendirinya. Atau mungkin ia lelah menunggu
satu jawaban yang ia harapkan sejak dulu. Aku merasa ada yang hilang dari
hidupku. Ya, mungkin kamu. Kamu yang dulu selalu memintaku untuk jadi bagian
dari jiwamu. Aku merasa,aku telah kehilangan sesuatu yang ada pada dariku. Aku
merasa telah melepaskan sesuatu dari tanganku. Melepaskan agar ia pergi dengan
begitu saja.
Tanpa aku sadari, aku telah mulai menyayangi sosok
yang dulu pernah memperjuangkan aku. sosok yang selalu menyisihkan waktunya
untuk aku. seseorang yang selalu manghiraukan aku, memberi perhatian untuk
seseorang yang selalu menghiraukannya. Ia pergi disaat aku mulai
mengaharapkannya. Ia telah mempunyai kehidupan baru. Yang mungkin bisa membuat
hidupnya lebih indah.dan aku berharap, wanita yang saat ini telah
bersamanya,wanita yang lebih baik dariku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar