Dinginnya malam membuat aku terdiam. Menikmati detik
demi detik sendiri hingga sang fajar datang. Aku merasa ada yang berbeda malam
ini. Sekilas aku berpikir, aku seperti ini karena aku kesepian. Namun hati
kecilku berkata “bukan”. Jadi apa yang berbeda malam ini?
Sepintas cahaya-cahaya seribu bintang bersinar
terang satu persatu. Indahnya merekaaa... aku terpaku memandang bintang yang
sinarnya mampu membuat hati tenang. Hingga aku merasa, ada teman dimalamku.
Sesekali ku lihat handphone yang sedang aku genggam.
Tak ada satupun pesan singkat darinya. Tak ada kabar untuk hari ini untukku.
Pikiran kosongku tlah dirasuki olehmu. Aku
membayangkanmu, aku merindukan belai kasihmu. Entah setan apa yang merasuk
tubuhku malam ini. Entah harus bagaimana aku melawannya.
Aku baru ingat dia telah putuskan aku. dia berpaling
dariku. dia memilih pergi bersama seseorang yang menurut dia, dapat membuat
hidupnya bahagia.
Aku salah. Aku jelas salah melepaskannya. Tapi
disisi lain aku ingin melihat ia bahagia dengan kebebasan yang
diinginkannya. kadang aku merasa hidupku hancur. karena semangatku telah hilang. aku ingin keluar dari belenggu ini.
Terakhir, dia marah
kepadaku. dia mengatakan, aku ini pengganggu dalam hidupnya.
Apakah dia tau? Apa
alasanku bersepeda pada malam hari di tengah jalan raya tanpa pelindung apapun dengan
kecepatan tinggi? aku berharap ada kendaraan yang menabrakku hingga membentur
kepalaku, sehingga ada kerusakan pada otakku, dan hilang semua ingatanku, juga
hilang semua kenangan kita, hingga dia hilang dipikiran otakku. Hingga jika
“aku dan dia” bertemu, aku tidak mengenalnya.
Aku tidak tau apa
yang sedang aku lakukan. aku kehilangan arah,
aku kehilangan semangat hidupku, aku kehilangan segalanya yang dulu pernah aku
miliki. Aku merindukan semua yang dulu pernah aku punya, yaitu sosok “KAMU”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar