Rindu. Rindu itu ketika
kamu tak lagi disini. Rindu itu ketika kamu memilih untuk pergi. rindu itu
ketika aku dan kamu mulai berjarak. Rindu itu ketika detik tak lagi kita lalui
bersama.Rindu itu ketika “kita” menjadi “aku dan kamu”.
Rindu kebersamaan yang
kita lalui. “Rindu”. Kata itu berarti besar dalam hati ini. “Rindu” tak
mengenal waktu,tempat, ataupun keadaan. Rinduku untukmu seringkali datang
menghantui setiap detik yang aku lewati sendiri. Aku tak ingin mengenal kata
“RINDU”. Tapi rindu itu selalu inginkan aku untuk mengenalnya, membuat aku
ingat akan masa lalu yang pernah aku lalui bersamamu.
Terkadang aku berpikir,
apa kamu ingat waktu kita pertama dekat? Apa kamu ingat waktu kita masih saling
menyayangi? Apa kamu ingat saat kita sedang menikmati dinginnya malam berdua?
Apa kamu tahu,apa yang aku rasakan? Aku merindukan kenangan yang kita rajut
bersama. Entah mengapa ku terus bertahan seperti ini. Kadang aku memilih untuk
pergi,namun aku tak bisa melakukan itu. Aku tak sanggup. Aku tak sangguuup! Aku
mohon jangan buat aku seperti ini. Aku hanya ingin kau ingat masa-masa manis
yang pernah kita buat. Apakah kau ingat? Ataukah kau sudah melupakannya?
Saat
pertama kali bertemu denganmu. Tatapan matamu membuat aku jatuh hati kepadamu.
Kamu tau? Aku sangat merindukan tatapan lembut itu. Kapan saat-saat itu datang
kembali? Aku rindu kamu. Ya, memang aku hanya rindu kamu.
Jika
rindu itu datang, aku hanya bisa diam. Membayangkan yang pernah terjadi
diantara kita. Sakit memang. Mengaku Rindumu, tapi tak di gubris olehmu. Mengaku sayang, tapi engkau hanya diam.
Diammu membuat aku
kalut. Diammu membuat aku terluka. Diammu membuatku gelisah.Diammu membuat
kristal bening jatuh di sudut kelopak mata ini. Apa diammu membawa arti? Apa
diammu mempunyai makna? Jika iya, apa arti semua ini?
Kapan tangan lembutmu
menggenggam jemari ini lagi? Kapan ketikanmu membuat aku tersenyum kembali?
Kapan aku dapat melihatmu lagi? Jika semua bisa terjadi lagi, kapan semua itu
akan terulang kembali?
Kemana sosokmu yang
dulu pernah siap sedia membuatku tersenyum? Kemana kata-katamu yang selalu
buatku melayang? Tangan mungilmu yang sering menghapus tetes demi tetes air
mataku, kini tlah tiada. Kemana dirimu yang dulu mencintai sisi gelap dan sisi
terangku? Kemana rasa sayang yang dulu pernah ada? Kemana?
Kini ku sendiri menahan
rindu. Mungkin hanya aku yang merasakan pahitnya merindukanmu.
Apa merindukanmu harus
sesakit ini? Aku rindu kamu. Aku rindu semua kenangan yang pernah kau beri.
Kapan kau sadar akan semua itu?
Tak ada yang mampu
mengerti arti rindu ini. kamu yang aku rindukan pun tak mau tau arti rindu yang
aku rasakan.aku lelah diperdaya oleh rindu yang aku rasakan. Asaku tak sanggup
mematikan cahaya rindu yang semakin bersinar. Aku tak mampu mematikan cahaya
rindu itu. Meredupkannya pun aku tak mampu !
Izinkan aku pergi dan
meninggalkan rindu ini bersama dirimu yang kini pergi entah kemana. Yang
mungkin pergi karena sosok lain. sosok yang lebih sempurna dibanding aku. tidak
apa jika kau menginginkan itu. Tapi satu hal yang perlu kamu ketahui.... “ Aku
sayang kamu. Aku merindukanmu” mungkin pernyataan itu sudah tak berarti apa-apa
dalam hidupmu. Jika memang benar, itu tidak berarti, Abaikanlah! Abaikanlah!
Rindu itu akan hilang
dengan sendirinya. Bukan! Bukan karena aku lelah akan rindu ini tapi aku tak
mau terlalu memasuki dunia khayalanku. Khayalan tinggi yang mungkin dapat
menjatuhkan aku. Biarlah! Biar aku simpan rindu ini dalam diam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar